Perpecahan di antara negara-negara muslim membuat negara-negara tak tegas pada Israel

23 Jan 2009

Hidayatullah.com–Zionis memanfaatkan perpecahan di dunia muslim kita,” kata Ahmadinejad. “Jika kita punya kesatuan sikap, Israel tak akan melancarkan agresi ini,” imbuh pemimpin Iran itu seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (17/1).Hal itu disampaikan Ahmadinejad dalam pertemuan negara-negara Liga Arab di Doha, Qatar. Ahmadinejad juga menyerukan negara-negara muslim untuk membela rakyat Palestina dan perlawanan yang dilakukan mereka.

“Kita harus membela rakyat Palestina dan perlawanan mereka,” tegas Ahmadinejad. “Kita tak ragu bahwa perlawanan itu akan menang pada akhirnya,” imbuhnya.Iran hadir di pertemuan Doha dengan status pengamat. Qatar selaku tuan rumah telah mengundang semua negara anggota Liga Arab untuk menghadiri KTT darurat mengenai Gaza itu. Namun dari total 22 negara anggota, hanya 13 negara yang hadir.

Arab Saudi dan Mesir termasuk di antara negara-negara Liga Arab yang tidak menghadiri pertemuan Doha tersebut.Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga termasuk yang absen. Meski kelompok Hamas, yang menguasai Gaza setelah memisahkan dari Abbas tahun 2007, diwakili oleh pemimpin politiknya Khaled Meshaal yang mengasingkan diri di Damaskus, Suriah.

Para pemimpin Arab berkumpul di Doha, Qatar untuk menggelar KTT darurat Liga Arab mengenai krisis Gaza. Dari total 22 negara anggota Liga Arab, hanya 13 pemimpin Arab yang hadir di pertemuan tertutup itu.

Dua negara besar Arab yang tidak hadir termasuk Arab Saudi dan Mesir. Pertemuan tersebut mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan semua negara Arab menghentikan semua negosiasi damai dan memutus hubungan dengan Israel.

“Kami menyerukan semua negara Arab untuk menghentikan Inisiatif Damai Arab (dengan Israel) yang diluncurkan tahun 2002,” demikian pernyataan bersama ke-13 negara Arab. Diimbuhkan bahwa negara Arab harus memutus hubungan dengan Israel.

Pertemuan tersebut juga mengutuk serangan Israel yang terus berlangsung di Palestina meski telah dikeluarkan Resolusi PBB 1860 dan banyaknya tekanan internasional.

“Israel harus menghentikan serangannya di Gaza dan pergi tanpa syarat,” demikian statemen KTT darurat tersebut. Ditekankan pula, semua perbatasan di Gaza altharus dibuka untuk memfasilitasi aliran makanan, bantuan medis dan bantuan kemanusiaan lainnya.

Pertemuan tersebut juga merekomendasikan pembentukan dana internasional untuk pembangunan kembali Gaza yang luluh-lantak diserang Israel.Israel mulai melancarkan agresi militernya ke Gaza sejak 27 Desember 2008. Sejauh ini setidaknya 1.148 warga Palestina telah tewas dan sekitar 5.200 orang lainnya terluka akibat gempuran Israel. [smd/www.hidayatullah.com]


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post